Minggu, 12 Juni 2011

FILM DOKUMENTER OPERA BATAK

Judul : "Opera Batak" teater rakyat Batak dalam cerita...
Durasi : 26 menit
Sutradara : Andi Hutagalung
Gendre : Film Dokumenter
Produksi : UMATICfilms | copyright2011

sinopsis :
Sejak tahun 1920-an Opera Batak mewarnai kehidupan masyarakat Sumatera Utara selama 60 tahun. Seni pertunjukan kreasi Tilhang Oberlin Gultom ini hadir melalui pementasan keliling. Bahkan sampai ke Sumatera Barat, Riau, dan Jakarta. Kemajuan teknologi komunikasi dan dunia hiburan di akhir tahun 1980 kemudian menghentikan kelompok-kelompok Opera Batak.

Powered by : UMATIC STUDIO & PLOt

Sabtu, 03 April 2010

POLITIK YANG TAK BERPIHAK PADA LINGKUNGAN

Untuk kedua kalinya Oi Medan mengeluarkan pernyataan sikap untuk mengecam keras kepada POLITISI BUSUK yang selalu memanfaatkan pohon untuk meletakkan alat kampanyenya dengan cara merusak/menusuk pohon dengan paku.

KORBANKAN LINGKUNGAN DEMI PUBLIKASI DIRI SANG POLITISI BUSUK
(POLITIK YANG TAK BERPIHAK PADA LINGKUNGAN)

Era demokrasi terbuka di Indonesia seperti saat ini, menumbuhkan birahi individu dalam masyarakat untuk maju dalam pertarungan politik. Duduk sebagai KEPALA DAERAH menjadi tujuan banyak orang dewasa ini. Memang semua orang punya hak untuk muncul sebagai PENYELAMAT kalau tidak ingin disebut SOK PAHLAWAN.

Tetapi tahukah kita? Saat ini politik yang serba terbuka ini memunculkan polemik baru? Libido para petarung – petarung yang ingin duduk menjadi KEPALA DAERAH di tahun 2010 mengorbankan banyak hal. Mereka yang maju pada pesta demokrasi tersebut sama sekali tidak dikenal oleh masyarakat. Hal tersebut dikarenakan para calon KEPALA DAERAH tersebut tidak pernah sama sekali berbuat untuk kepentingan rakyat, baik yang sudah duduk, atau yang masih berstatus calon. Tetapi entah kenapa mereka tetap saja Percaya Diri untuk maju. Karena tidak ada yang mengenal mereka, jalan pintas untuk memperkenalkan diri pun dilakukan, yaitu dengan menempelkan Poster, photo, spanduk dan lainnya di sembarang tempat meminta orang untuk memilih mereka. Maklum cara publiksi ini tidak kena pajak reklame.

Poster, photo dan spanduk para calon KEPALA DAERAH yang disebar tersebut akhirnya akan menjadi sampah yang merusak lingkungan dan melanggar estetika keindahan kota. Lebih parahnya lagi, atribut – atribut kampanyr tersebut ditusuk atau dipaku langsung ke pohon sehingga akan melukai bahkan membunuh pohon. Padahal pohon yang ada tersebut sudah banyak memberi pertolongan kepada kita, baik itu Oksigen, kesejukan, keindahan dan lainnya. Kita yakin mereka tahu tentang hal itu, tetapi entah kenapa mereka masih saja menjadihan pohon sebagai sasaran menempelkan atribut mereka.

Praktek memperkenalkan diri lewat pamer photo calon KEPALA DAERAH tersebut juga merupakan pendidikan politik yang buruk untuk masyarakat. Karena masyarakat calon pemilih dalam pemilu dipaksa berdialog dengan benda mati dalam hal ini photo atau spanduk. Padahal masyarakat yang memiliki hak pilih dalam pemilu nanti tidak pernah mengenal siapa mereka yang saat ini mengaku calon pembela rakyat dengan umbar janji tersebut. Bukankah seharusnya masyarakat harus mengenal secara dekat orang – orang yang akan dipilihnya?. Bukan malah disuruh bertanya atau berbicara dengan foto.....

Karena itu, kami dari Badan Pengurus Kota Oi Medan (BPK Oi Medan) menyatakan :

1. kami meminta kepada Para calon KEPALA DAERAH agar tidak menggunakan apalagi merusak pohon dalam menempatkan atribut kampanye politik.
2. Kami meminta untuk tidak merusak keindahan kota dengan menempatkan Atribut kampanye politik dengan sembarangan.
3. Kami meminta kepada Dinas Pertamanan/SATPOL PP untuk mencabut dan membersihkan semua atribut calon KEPALA DAERAH yang menusuk pohon dan merusak lingkungan.
4. Meminta Pemerintah daerah untuk mengeluarkan PERDA untuk melarang dan memberikan sangsi kepada Partai politik dan calon KEPALA DAERAH yang atributnya menusuk pohon dan merusak lingkungan.
5. Menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memilih calon KEPALA DAERAH yang posternya melukai pohon dan merusak lingkungan, karena mereka termasuk POLITISI BUSUK.


Medan, 27 Maret 2010
Salam kami Oi MEDAN

Senin, 25 Januari 2010

BACK IN TOUCH NAN INDAH

BACK IN TOUCH ECOTOURISM BUKIT LAWANG

Back In Touch Ecotourism is a nature resort located near Bukit Lawang, inside the buffer zone of Gunung Leuser National Park (TNGL) in the exact path of very famous Bahorok river with cubbing facilities (traditional rafting), began in the movement as the alternative tourists visiting foreign countries. Back In Touch Ecotourism located 2 km or about 45 minutes tracking from TNGL Office.

Back In Touch Ecotourism Bukit Lawang has prepared a range of facilities including accommodation with a natural concept, restaurant, tropical garden and a variety of flora and fauna which measures the entire region covered by TNGL the Dipterocarpaceae forest thick with several rivers and waterfalls. There are rare plants and typical of a giant umbrella leaf (Johannesteijsmannia altifrons), Raflesia (Rafflesia atjehensis and R. micropylora) and Rhizanthes zippelnii which is the largest flower with a diameter of 1.5 meters. In addition, there are unique plants and endangered species and are protected in national parks such as monkeys (Mecaca nemestrina), long-tailed monkey (Macaca fascicularis), gibbon (Symphalagus syndactylus), Sumatran tiger (Panthera tigris sumatrae), introspective / orangutan (Pongo abelii), goat forests (Capricornis sumatraensis), hornbill (Buceros bicornis), sambar deer (Cervus unicolor), and bobcat (Prionailurus bengalensis sumatrana).


Development is the centered of the consideration for the ecological balance and saving forests by the people. Back In Touch Ecotourism Bukit Lawang forests with large areas covering 30 ha, the most special features is the development area and camping ground tracking and facilities "West Cam", and development of research center with the concept of saving people's forest-oriented research core of flora and fauna breeding center orangutans in Bukit Lawang is just above the mouth of the river with a challenging track and a unique transport facilities (canopy pully transportation) at Back In Bukit Lawang Taouch Ecotourism and planning a variety of fauna Natural 'captivity in order to prevent displacement of the ecosystem of fauna habitat.


All of these programs aim to open a tourism-based economic isolation which has been hampered by inadequate facilities. Certainly the economic development of ecotourism is not simply in terms of business but to encourage the ability to survive the outskirts of the forest without forest exploitation. This idea also arose over concern for global warming or improvement of environmental quality in the world. Area of alternative development movement Back In Touch Ecotourism Bukit Lawang currently experiencing a lot of controversy, one of the debates that have not been equally understandable is the "old paradigm that says every economic development of forest area will cause environmental damage”. True, but the effect was applies only for a moment and not much to the environmental damage itself.


In the future, we must understand that when a moment of economic thinking patterns of forest edge communities from tourism to farming communities, or sellers of wood, we can imagine, let alone forests, national parks itself is slowly going out as the cause of the continued insistence Economy twisting. And we will continue to explain in one sentence is important as the philosophical basis and so we need to understand with "how could people want to preserve the forest edge of the forest, if they do not eat from the forest itself!", Then how do I prevent economic paradigm change in the community forest if the only way "of development ekomomi-based ecotourism attraction utilization, environmental educatoin with adequate facilities". We realize that this earth belong to us and its our duty, to realize the goal of this program we expect only one way to increase visitor tourism Ecotourism Touch Back In Bukit Lawang, this is where our collective contributions and to understand the forest and forest preserve. (Mr.Aca)

http://backintouchecotourism-bukitlawang.blogspot.com



Kamis, 20 Agustus 2009

JAMBORE NASIONAL Oi KE-3

TMII, 14-16 Agustus 2009

BPK Oi Medan mengutus 5 orang untuk mengikuti JAMBORE NASIONAL Oi KE-3 di TMII Jakarta, yang bernama Mujahiddin, Srikandi Namira, Rafli, Andi Galunk & Jimmy. Sebelumnya terima kasih kepada Panitia yang sudah sangat repot membuat Jambore Nasional Oi ke-3 di TMII ini bisa terjadi. Begitu banyak kegiatan di dalamnya, tapi sayang banyak juga yang tak terakomudir. Kita juga sedikit kecewa dengan tingkah kawan-kawan sebagian, saat Iwan Fals memberi kata sambutan, kawan-kawan itu seperti gak pernah lihat Iwan Fals (terlalu kampung), agenda yang lain jadi terbengkalai, kalau mau lihat Iwan Fals lebih baik kami lihat di TV, gak jauh-jauh dan gak banyak mengeluarkan biaya, "bikin Iwan Fals itu contoh untuk kita semua, bukan untuk di kerumuni seperti memuja Dewa".

Jujur BPK Oi Medan ikut Jambore Nasional Oi Ke-3 di TMII bukan untuk lihat Iwan Fals, tapi kita menginginkan adanya Suasana Se-Indonesia disana dan menginginkan ada wacana-wacana yang cemerlang untuk keberlangsungan hidup Oi kedepan. Kegiatan Jambore lumayan belepotan karena Panitia sudah merasa sanggup untuk mengatur jadwal yang ada, tapi apa kenyataanya??? Kegiatan banyak yang hilang ntah kemana. Saat kegiatan berakhir Panitia & BPP Oi habis satu-satu alias hilang pada pagi hari tanggal 17 Agustus 2009, yang terlihat hanya kawan-kawan Oi dari daerah yang tersisah. Mungkin kawan-kawan Panitia terlalu letih mengikuti konser Iwan Fals kemarin malam. Tapi kami yakin itu adalah pembelajaran bagi kita semua.

Mudah-mudahan di MUNAS bulan Novenber 2009 nanti kita semua bisa meluruskan kesulitan-kesulitan ini semua. Yang paling penting dan kami sangat mengharapkan informasi yang ada di pusat sana tersampaikan juga di Oi daerah-daerah nan jauh... memang Hidup Bersama HARUS DIJAGA. Oi Bersatulah untuk mewujudkan perubahan yang baik, Amin...

Klik video http://www.youtube.com/watch?v=_-d3xrsx-x8

Klik video http://www.youtube.com/watch?v=B9G5LDcMSD8

Klik video http://www.youtube.com/watch?v=0rVuYL9nAJU

Klik video http://www.youtube.com/watch?v=co9YFY2Izrc




Kamis, 05 Februari 2009

Produksi Film SAMADENGAN

Sinopsis :
Kegelisahan aktivis lingkungan yang melihat kondisi lingkungan sekarang ini, mereka ingin terus berkampanye kepada masyarakat, sampai-sampai bermimpi mengkampanyekan perlunya peduli terhadap lingkungan untuk masa depan.


Klik video http://www.youtube.com/results?search_type=&search_query=andigalunk&aq=f

Kamis, 08 Januari 2009

MENYAMBUT TAHUN 2009

Oi Medan menyambut tahun 2009 di Kawasan Hutan Lindung Sinembah Sibolangit atau Dam Sibolangit dari tanggal 31 Desember 2008 - 2 Januari 2009, dan berharap di tahun 2009 Orang Indonesia lebih Damai dan Sejahtera. Jadikanlah tahun 2008 sebagai pelajaran yang berharga untuk menjadi Negara yang lebih baik.

AKSI DAMAI

KORBANKAN LINGKUNGAN DEMI PUBLIKASI DIRI SANG POLITISI BUSUK

(POLITIK YANG TAK BERPIHAK PADA LINGKUNGAN)

Era demokrasi terbuka di Indonesia seperti saat ini, menumbuhkan birahi individu dalam masyarakat untuk maju dalam pertarungan politik. Duduk sebagai wakil rakyat dan kepala daerah menjadi tujuan banyak orang dewasa ini. Memang semua orang punya hak untuk muncul sebagai penyelamat kalau tidak ingin disebut sok pahlawan.

Tetapi tahukah kita? Saat ini politik yang serba terbuka ini memunculkan polemik baru? Libido para petarung – petarung atau biasa disebut caleg yang ingin duduk menjadi anggota legislatif di 2009 mengorbankan banyak hal. Mereka yang maju pada pesta demokrasi tersebut sama sekali tidak dikenal oleh masyarakat. Hal tersebut dikarenakan para caleg tersebut tidak pernah sama sekali berbuat untuk kepentingan rakyat, baik yang sudah duduk, atau yang masih berstatus calon. Tetapi entah kenapa mereka tetap saja Percaya Diri untuk maju. Karena tidak ada yang mengenal mereka, jalan pintas untuk memperkenalkan diri pun dilakukan, yaitu dengan menempelkan Poster, photo, spanduk dan lainnya di sembarang tempat meminta orang untuk memilih mereka. Maklum cara publiksi ini tidak kena pajak reklame.

Poster, photo dan spanduk para caleg dan partai yang disebar tersebut akhirnya akan menjadi sampah yang merusak lingkungan dan melanggar estetika keindahan kota. Lebih parahnya lagi, atribut – atribut politik tersebut ditusuk atau dipaku langsung sehingga akan melukai bahkan membunuh pohon. Padahal pohon yang ada tersebut sudah banyak memberi pertolongan kepada kita, baik itu Oksigen, kesejukan, keindahan dan lainnya. Kita yakin mereka tahu tentang hal itu, tetapi entah kenapa mereka masih saja menjadihan pohon sebagai sasaran menempelkan atribut mereka.

Praktek memperkenalkan diri lewat pamer photo caleg tersebut juga merupakan pendidikan politik yang buruk untuk masyarakat. Karena masyarakat calon pemilih dalam pemilu dipaksa berdialog dengan benda mati dalam hal ini photo atau spanduk. Padahal masyarakat yang memiliki hak pilih dalam pemilu nanti tidak pernah mengenal siapa mereka yang saat ini mengaku calon pembela rakyat dengan umbar janji tersebut. Bukankah seharusnya masyarakat harus mengenal secara dekat orang – orang yang akan dipilihnya?. Bukan malah disuruh bertanya atau berbicara dengan foto.....

Karena itu, menjelang peringatan hari keaneka ragaman Hayati yang jatuh pada tanggal 29 Desember 2008:

1. kami meminta kepada Para caleg dan partai politik agar tidak menggunakan apalagi merusak pohon dalam menempatkan atribut kampanye politik.

2. Kami meminta untuk tidak merusak keindahan kota dengan menempatkan Atribut kampanye politik dengan sembarangan

3. Kami meminta kepada Dinas Pertamanan untuk mencabut dan membersihkan semua atribut Partai politik dan caleg yang menusuk pohon dan merusak lingkungan

4. meminta Pemerintah daerah untuk mengeluarkan PERDA untuk melarang dan memberikan sangsi kepada Partai politik dan Caleg yang atributnya menusuk pohon dan merusak lingkungan.

5. Menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memilih Caleg atau partai Politik yang posternya melukai pohon dan merusak lingkungan, karena mereka termasuk POLITISI BUSUK.

Salam kami

Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup Indonesia

(AMPLHI)

Oi Medan, WALHI SUMUT, AJI Medan, PKPA, BPRPI, GMNI Cab. MEDAN.